RSS

Arsip Tag: Orang-orang yang berhak mendapat warisan

Ummun ( أم )

Dalam bahasa Arab Ummun ( أم ) artinya ibu, yang di maksud ummun disini adalah Ibunya mayit.
Ummun (ibu) merupakan salah satu orang yang mendapatkan warisan karena mempunyai hubungan darah (Nasab) dengan mayit. Ummun (Ibu) juga termasuk ahli waris yang tidak akan dihijab oleh siapapun, sebaliknya ia bisa menghijab semua ahli waris yang lain, kecuali ada 5 orang yang tidak bisa di hijab oleh ummun, yaitu:

  • Ibnun/bintun (anak laki-laki/perempuannya mayit)
  • Ibnul-ibni/bintul-ibni(cucu laki-laki/perempuannya mayit)
  • Abun (ayahnya mayit)
  • Jaddun (kakek dari ayah)
  • ikhwah (saudara laki-laki/permpuannya mayit)
  • Bagian yang diterima oleh ummun (ibu) adalah Tsulus, apabila tidak ada Ibnun/bintun (anak laki-laki/permpuannya mayit) atau Ibnul-ibni/bintul-ibni (cucu laki-laki/perempuan dari anak laki-lakinya mayit), jika ada maka bagian ummun menjadi sudus (1/6), tapi apabila umun bersamaan dengan Abun, maka ummun hanya mendapatkan tsuluts baqi (1/3 dari sisa) bukan 1/3 dari harta keseluruhan.

    Keterangan:

      Yang di maksud hijab disini adalah hijab hirman ( ﺣﺠﺎﺏ ﺣﺮﻣﺎﻥ )
      Cucu dari anak perempuan (baik laki-laki maupun perempuan) bukan ahli waris
      Kakek dari ibu bukan ahli waris
     
    Tinggalkan komentar

    Ditulis oleh pada Februari 11, 2013 in Dzawil Furudh

     

    Tag:

    Abun ( أب )

    Dalam bahasa Arab abun ( أب ) artinya ayah/bapak, yang di maksud Abun ( أب ) disini adalah bapaknya mayit.

    Abun (ayah) merupakan salah satu orang yang mendapatkan warisan karena mempunyai hubungan darah (Nasab) dengan mayit.Abun (ayah) termasuk ahli waris yang tidak akan dihijab oleh siapapun, sebaliknya ia bisa menghijab semua ahli waris yang lain, kecuali:

  • Anaknya mayit (anak laki-laki/perempuan)
  • Cucu dari anak laki-lakinya mayit (cucu laki-laki/perempuan)
  • ibunya mayit
  • Neneknya mayit (baik nenek dari ayah maupun nenek dari ibu)
  • Bagian yang diterima oleh abun (ayah) adalah ‘Ashobah, itupun jika tidak ada ibnun / bintun (anak laki-laki/permpuannya mayit) atau ibnul-ibni / bintul-ibni (cucu laki-laki/perempuan dari anaknya mayit), jika ada maka bagian abun menjadi sudus (1/6)
    Bahkan abun juga terkadang bisa mendapatkan dua bagian secara bersamaan yaitu bagian ‘ashobah dan bagian sudus (1/6), yaitu ketika abun mendapatkan bagian sudus (1/6), tapi setelah harta warisan di bagikan kapada ahli waris sesuai dengan bagian-bagiannya, ternyata masih ada sisa, dan itu tidak bisa di berikan kepada ahli waris yang lain, maka sisa itu di berikan kepada abun.
    Seperti seseorang meninggal dunia dan meninggalkan ahli waris zaujatun (istri), bintun (satu anak perempuan), dan abun. Maka pembagiannya adalah:

  • Zaujatun (istri) = Tsumun (1/8)
  • Bintun (anak perampuan) = Nishfu (1/2)
  • Abun (ayah) = sudus (1/6), karena ada bintun jika tidak ada bintun, maka abun akan mendapatkan ‘ashobah
  • Jika harta warisannya 120 juta, maka bagian untuk:

      Zaujin –» 1/8 x 120 = 15 juta
      Bintun –» 1/2 x 120 = 60 juta
      Abun –» 1/6 x 120 = 20 juta

    Jika di jumlahkan 15+60+20=95 juta, sedangkan seluruh harta warisan adalah 120 juta, 120 – 95 = 25 juta, yang 25 juta adalah sisa dan tidak ada yang bisa menerima menerima sisa itu kecuali abun, maka sisa itu harus d berikan kepada abun walaupun abun sudah mendapatkan sudus (1/6). Jadi abun mendapat bagian sudus (1/6) yaitu 20 juta dan juga ‘ashobah yaitu 25 juta
    20 + 25 = 45 juta.

    Keterangan:

      yang di maksud hijab disini adalah hijab hirman ( حجاب حرمان )
      cucu dari anak perempuan (baik laki-laki maupun perempuan) bukan ahli waris.

       
    Tinggalkan komentar

    Ditulis oleh pada Februari 10, 2013 in Dzawil Furudh

     

    Tag:

    ibnul-Ibni ( ابن الابن )

    Dalam bahasa Arab ( ابن الابن ) yang artinya cucu laki-laki dari anak laki-laki. Yang dimaksud ( ابن الابن ) disini adalah cucu laki-laki dari anak laki-lakinya mayat. Contoh Seperti zaed mempunyai dua anak yaitu Umar dan siti. Umar disebut ibnun ( ابن ) dan Siti di sebut bintun ( بنت ), kemudian Umar mempunyai anak bernama Yusup. Yusup di sebut ibnul-ibni (ابن الابن)

    Ibnul-ibni ( ابن الابن ) adalah salah satu orang yang mendapatkan warisan karena mempunyai hubungan darah ( النسب ) dengan mayat. Ibnul-ibni ( ابن الابن ) mendapat bagian ‘Ashobah ( عصبة ) apabila sudah tidak ada ibnun ( ابن ), tapi apabila ibnun ( ابن ) masih ada, maka ibnul-ibni ( ابن الابن ) tidak akan mendapat warisan ( terhijab oleh ibnun )

    Ibnul-ibni (ابن الابن ) juga dapat menghijab semua ahli waris lainnya, kecuali :

      bintun (بنت ) anak perempuan
      Bintul-ibni ( بنت الابن ) cucu perempuan dari anak laki-laki
      Zaujun/zaujatun ( زوج / زوجة ) suami/istri
      Abun ( أب ) ayah
      ummun ( أم ) ibu
      jaddun ( جد ) kakek
      jiddatun ( جدة ) nenek

    Catatan yang dimaksud hijab disini adalah hijab hirman ( حجاب حرمان )

     
    Tinggalkan komentar

    Ditulis oleh pada Februari 10, 2013 in Dzawil Furudh

     

    Tag:

    Anak laki-laki ( ابن )

    Dalam bahasa arab ابن artinya anak laki-laki, yang di maksud ابن disini adalah anak kandungnya orang yang sudah meninggal (mayat)

    Ibnun (anak laki-laki) adalah salah satu orang yang berhak mendapat warisan karena mempunyai hubungan darah ( النسب ) dengan mayit. Ibnun merupakan ahli waris yang paling kuat, dan tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi (menghijab) ibnun untuk mendapatkan warisan, kecuali adanya hijab syakhos ( حجاب شخص ) yaitu membunuh orang yang akan mewarisinya (ibu/ayah). Bahkan Ia juga bisa menghalangi (menghijab) ahli warits yang lain untuk mendapatkan warisan, kecuali:

  • bintun (بنت ) Anak perempuan
  • Abun ( أب ) Ayah
  • ummun ( أم ) Ibu
  • jaddun ( جد ) Kakek
  • jiddatun ( جدة ) Nenek
  • zaujun/zaujatun ( زوج / زوجة ) Suami/istri)
  • mereka yang enam orang ini hanya terhijab nuqshan ( حجاب نقصان ) oleh ibnun, yaitu bagian warisan mereka menjadi kurang, sedangkan ahli waris yang lainnya terhijab hirman ( حجاب حرمان ) oleh ibnun (sama sekali tidak mendapat warisan).

    Ibnun mendapat bagian ‘Ashobah ( عصبة ) yaitu sisa dari harta yang telah dibagikan kepada ahli waris lainnya

     
    1 Komentar

    Ditulis oleh pada Februari 10, 2013 in Dzawil Furudh

     

    Tag:

     
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.